HubunganTerlarang Dengan Mama Tiri Yang Sangat Menggairahkan.Ketegangan meliputi seluruh keluarga besar Papa saat ia memutuskan untuk menikah lagi. Mama dan ketiga orang kakakku menentang keputusan Papa. Masalahnya, perempuan yang. Cerita Dewasa ABG Cerita Dewasa Eksibionis Cerita Dewasa istri Cerita Dewasa Sedarah Cerita Dewasa Selingkuh SintaDi Entot Ayah Temanku Cerita Panas Perkenalkan namaku Jacky (teman-teman biasanya memanggilku Jack) "Untuk temanku, Mas Arif, kamu wawancarai, tempatkan di mana saja kamu suka, nggak perlu tinggi-tinggi betul jabatannya" "Anehtapi jika itu maumu, yaa tidak apa-apa" "Yang penting kamu wawancarai dia cukup lama, beberapa kali" Cerita Dewasa Sedarah - Waktu itu mama dan Selainitu ini adalah ramuan untuk membuat susu wanita tetap kencang dan padat. Usapkan dengan gerakan memeras. Saya yakin Pak Saldy bisa." bisiknya sambil tersenyum. cerita ABG, cerita bokep dewasa, cerita bokep hot, cerita bokep indonesia, cerita bokep mesum, cerita bokep seks, cerita bokep terbaru, cerita dewasa, cerita dewasa Akujuga sudah enggak tahan lagi, Ibu Henny yang bertubuh ranum dan belum berpengalaman banyak dalam permainan sex ini perlu segera dipenuhi hasratnya, dipuaskan nafsunya. "Mas, sakit Mas", jerit Ibu Henny waktu kontolku aku tusukkan kedalam lubang kemaluannya. Memang aku agak kasar, enggak seperti permainan pertama tadi. Aku peluk kedua pahanya, agak aku tarik, aku agak kebawah sehingga kontolku menyodok-nyodok dari posisi yang pas sekali. tusuk-tusuk-tusuk kocok-kocok kiri-kanan kontolku Vay Tiền Nhanh Ggads. Sebelum melanjutkan Cerita Dewasa saya ingin bercerita sedikit tentang reaksi saya melihat ibu menyusui sebelum cerita ini bermula, Entah kenapa setiap melihat ibu menyusui saya jadi kepengen ikut nyusu, dan akhirnya keinginan itupun terwujud. Hampir tiap sore beberapa minggu ini, kegemaraanku untuk bersepeda ke lingkungan tempat tinggalku muncul kembali. Kesehatan memang salah satu alasan kenapa hal ini sering aku lakukan sekarang, namun ada alasan lain yang kemudian menjadi alasan utamaku yaitu seorang cewek atau lebih tepatnya seorang ibu Rumah tangga/tante di salah satu daerahku. Mbak Dewi, begitulah aku sering memanggilnya. Perawakan dengan tinggi 168 cm, berwajah khas orang kota gudeg dan padat berisi khas seorang ibu-ibu muda jaman sekarang. Aku, Dana, seorang mahasiswa tingkat akhir di salah satu perguruan tinggi ternama di Indo. Langsung aja Cerita dewasa nya ya?Saat aku bersepeda, aku selalu bertemu dengan mbak dewi, dia selalu menggendong anaknya yang masih berumur 2 tahun di sebuah SD dekat rumahku sambil menyuapi makanan ke anaknya. Dan sering pula aku memergoki mbak Dewi sedang menyusui anaknya tersebut, pemandangan itulah yang membuat saya sangat betah untuk melihatnya. Mbak Dewi tanpa malu-malu menyusui anaknya di tempat umum dan dilihat olehku. Sering pas aku melihat prosesi tersebut, dia malah tersenyum kepadaku.”Wah ada tanda-tanda sesuatu ini” pikirkuDasar otak ngeres, yang dipikir pasti yang itu-itu aja..heheMalah kadang aku ngerasa dia sengaja memamerkan payudaranya kepadaku, yaitu waktu menyusui kadang dia membuka hampir separuh kancing bajunya sehingga telihat dua buah dadanya yang mengkal itu. Dan setelah beberapa lama aku baru tahu kalo ukurannya 34C. BH yang dia pakai tiap hari selalu membuatku merasa bahwa payudaranya semakin hari semakin merangsang saja. Kadang hitam, pink, merah, biru, ungu dan yang paling aku suka yaitu bentuk BH yang mempunyai renda. Hot banget rasanya. Suatu ketika, aku beranikan diri untuk berbincang dengannya. Hari itu dia sedang memakai baju seperti baju tidur berwarna biru laut dengan rok longgar berwarna putih. Masih kayak anak muda aja deh walau umurnya telah menginjak kepala 3.”apa kabar mbak??lagi asyik ngapain ne??” tanyaku”ini dek, biasa nyuapin Didi sambil jalan-jalan””sekalian nyari udara segar sore hari”lanjutnya..”wah sehat banget keliatannya mbak anaknya, pasti makannya banyak ya?””ga juga si Dan, Cuma nyusunya itu loh, kenceng banget.”timpalnyaOtakku yang ngeres langsung de mengarah ke hal yang iya iya…”wah susu yang mana ne mbak??” tanyaku sambil tersenyum mupeng.“ya susu botol dan susu ini.”sambil dia memegang payudaranya sendiri.“Glek, wah mau dong mbak minta susunya, biar aku juga sehat.” Hehehe sambil cengenges2an…..“wah susu yang mana ne dan, klo susu botol kan ga mungkin toh kamu uda besar.””jangan-jangan yang ini ya??” sambil senyum juga mbak Dewi iniWuiih…berani juga ne mbak Dewi, langsung aja de gue jawabh dengan ketawa juga ”emang bole ya mbak??”Tiba-tiba si Didi merengek dan minta susu ke Ibunya..” bentar ya Dan, Didi minta tetek ni.” sambil dia buka kancing baju 3 biji dan ngeluarin kedua teteknya yang masih terbungkus BH warna hitam berenda pucuk dicinta ulam pun tiba, akirnya bisa ngeliat dari dekat prosesi ini. Tetek mbak Dewi sangat indah ternyata, apalagi BH yang dipakai sangat kontras dengan kulitnya yang kuning langsat dan yang paling aku sukai ”BHnya berenda cuy”….yes yes yesBegitu teteknya terbuka satu, langsung de si Didi menyerobotnya dengan cepat dan menghisap dengan kencang. ”pelan-pelan sayang, nanti tersedak lho” sambil mbak Dewi mengocok-ngocok teteknya yang sudah dikenyot anaknya jadi mupeng ne, putingnya yang coklat dan agak besar sempat terlihat sekilas oleh mataku. ”Dedek yang dibawah sudah mulai berontak ne, gawat” batinkuWaktu itu kami berada di pinggir lapangan sebuah SD, tepatnya di tempat duduk di luar kelas yang terletak dipojokan gedung. Mbak dewi tiba-tiba meminta anaknya untuk berganti posisi agar anaknya mengenyot tetek yang satunya. uda abis mungkin yang kiri?? Tetek yang uda selesai diisep anaknya dibiarkan menggantung bebas, ”Duh otong uda ga kuat ne, uda berdiri tegak didalam celana dan membuat aku jadi salting. Mbak dewi ternyata melihat gelagat anehku ini.”Kamu kenapa Dan??” tanyanyaDengan terkaget aku menjawab “anu..emm..eh ngga papa kok mbak.”“jangan bohong kamu Dan, kamu pengen ya??”Duh makin tegang aja dengan pertanyaan seperti ini. Tapi karena amin telah mengalahkan iman maka akupun jawab ”emangnya bole ya mbak? Nanti ada yang marah?””ya asal ga rebutan sama Didi ya ga papa.”Wah bener-bener beruntung ne hari ini….”maksudnya Mbak?”sok sok belagak bego ne gue. Sambil memutar-mutar teteknya yang sebelah kiri dia bilang ”ayo sini aja, masih ada satu kok.””tapi pelan pelan ya, si Didi mau tidur ni kayaknya” aja gua deketin mbak Dewi, pertama-tama gue masih ragu, namun dia terus menarik tanganku untuk menyentuh bukit yang indah itu.”jangan malu Dan…”sambil menyentuhkan tanganku ke buah dadanya itu..Ku elus-elus tetek itu dengan lembut, seru juga ya mainin tetek cewek yang menyusui sambil ada anaknya yang sedang netek. ukurannya itu lho, manteb gan!! Waduw kayak threesome aja, tapi yang satu masi anak-anak. Lama kelamaan remesanku terhadap teteknya ternyata membuatnya ON, terus gue beranikan untuk mencium putting yang imut itu.“mas di sebelah sana aja yuk?”dengan menunjuk sebuah pelataran kecil di pojok gedung dengan lokasi agak ke seru juga ne tempatnya..“ayo mas dilanjut lagi.” Ajaknya“mbak dibuka aja de bajunya, biar lebih leluasa.”pintakuAkirnya dia membuka baju itu dengan mudah karena tinggal beberapa kancing saja yang belum terbuka. Dengan BH yang masih menempel diatas teteknya, aku mulai mengisap, memilin, menjilat dan memainkan dengan lidahku. Tanganya mulai bereaksi terhadapku, menelusurlah tangan kirinya ke selangkanganku. Mulailah dia mengelus dari luar, kemudian tak berapa lama telah masuk ke dalam celana kolorku. Di tempat itu, terdapat sumur dengan sedikit lantai kering berbahan beton yang hangat karena terkena sinar matahari seharian. Dengan perlahan aku rebahkan dia di lantai tersebut dengan Didi masih mengenyot teteknya yang kanan tanpa terusik sedikitpun. Dia memintaku melepas celana dan baju yang kupakai sehingga hanya tertinggal celdam GTman ku yang menempel. Langsung akupun rebahan di samping mbak Dewi sambil saling berciuman. Ganas juga ciumannya, lidah kami saling bertemu, mulut pun beradu sambil tangan kiriku bergerilya di dalam roknya. Bergantian aku mencium bibir dan teteknya itu sambil tangan kiri mengelus gundukan selangkangannya. Tangan kananku tak mau kalah mulai melepas kaitan BH yang masih menempel itu. Mbak Dewi juga makin liar mengelus dedekku dari luar celana dalam, kemudian karena tidak puas dia masuk ke dalam celana dalamku dan mengelus+mengocok dedekku..mantap bener rasanya, namanya juga uda pengalam kali ya?”Dan, mbak ga bisa bangun ne, jadi tolong bukain celana dalammu ya?”Langsung kubuka celana dalamku sambil berdiri. Kulihat dia tersenyum menatapku, ketika terlepas, menyembullah dedek yang sudah tegang ini. ”gede banget Dan?punya suami mbak aja kalah”Dedek ku masih standar dengan ukuran 17cm, namun gendut dari pangkal ke ujung.”masak si mbak?”tanyaku..”mbak, aku bole minta diemut ga dedeknya?”Sambil senyum dia mengangguk tanda mengiyakan. Aku arahkan dedekku ke mulutnya, dan langsung dijilati pelan-pelan sampai dia menelannya. Tanganku tak mau menganggur, aku raih tetek yang kanan dan dengan sedikit susah payah aku jangkau celana dalamnya yang berwarna hitam berenda pula, kemudian aku lepaskan namun dengan rok yang masih terpakai. Sambil terus menjilat dan mengulum dedekku, aku terkagum melihat vaginanya yang tercukur mulus dengan bibir merah dan sedikit menjulurkan kulitnya keluar, langsung saja aku memposisikan diri membentuk angka 69. dengan perlahan aku menjilat bibir vaginanya, aku julur-julurkan lidah ini kedalamnya secara perlahan. Sengaja aku memancing nafsunya agar terus naik, terlihat dari cara dia mengulum dedekku yang semakin liar. Disedot-sedot dengan kenceng ddedek ini sampai tertelan semuanya, ”wah hebat ne, dedekku sampai bisa ditelan abis” pikirku. Jariku mulai ikut campur dengan lidahku, mulai aku masukkan sedikit ujung telunjukku ke miss V nya dengan terus menjilat, aku ga mau merusak vagina yang indah ini dengan tanganku. Hanya dedekku yang hanya boleh masuk lebih dalam lagi. Lenguhan mbak dewi yang terangsang dengan aksiku terdengar cukup keras, untung daerah tersebut sepi dan jarang dilewati orang. Anaknya, Didi, gak merasa terganggu dengan lenguhan mamanya itu namun tetap tertidur, mungkin ngantuk berat kali??hehehe tanpa terasa vaginanya uda basah banget dan tak berapa lama cairan benih agak putih keluar dari lubang surga tersebut, tubuh mbak Dewi agak terhentak dan mulutnya terasa sedikit menggigit dedekku. ”Pasti dia uda sampai duluan ni?” pikirku dalam hati. Aku hentikan aksiku dan aku cabut juga dedekku dari mulutnya, mbak Dewi terlihat sedikit lemas namun tetap tersenyum penuh gairah terhadapku. Aku sudah sangat terangsang dan pengen memasukkan dedek ini ke sarangnya, begitu juga mbak Dewi yang begitu terangsang melihat dedekku. ”mbak, aku bole masukin ne?”tanyakuDia hanya mengangguk dan tersenyum padaku. Aku lebarkan pahanya itu, dengan agak menindih aku masukkan sedikit demi sedikit dedekku ini. Aku resapi tiap jengkal kenikmatan surga ini, belum sampai setengah mbak dewi terlihat sedikit meringis.” Pelan-pelan Dan…agak sesak ne rasanya..””Dan…besar sekali punyamu, tapi nikmat banget Dan!””terus Dan…..”sambil menggigit bibirnyaSetelah masuk seluruhnya, aku genjot dia dengan posisi MOT dan sambil aku push-up mantep banget, rasanya dalem banget dedek ini menusuknya. Mulutku tak mau kalah, mencium dan mengemut teteknya secara bergantian. Hampir 15 menit kami dalam posisi seperti ini, karena sedikit lelah akupun berubah posisi. Aku cabut dengan cepet dedekku, serr sensasinya ruaar biasa. Kemudian aku rebahkan badan ku disampingnya dan miring kekanan, aku angkat kaki kirinya ke atas kemudian dari samping aku masukkan dedekku lagi. BLESSS….dedek ini telah tenggelam lagi kedalam lubang surgawi, aku goyang pelan, sedikit bertenaga dan kenceng…..sambil mulut ini beradu dan tangan kiriku meremas puting tetek sebelah kiri. Lagi asik-asiknya tiba-tiba anaknya terbangun. ”Duh gawat ne?” kataku dalam hati. Namun mbak Dewi langsung mengelus anaknya dan mendekapnya agar tetap diam dan akirnya Didipun tertidur kembali sambil netek. Wah lengkap sudah yang mbak Dewi rasakan, uda yang bawah diganjal ama dedekku, kedua teteknya ada yang ngenyot dan mulut juga bergantian aku lumat. Erangannya semakin kuat hampir menuju puncaknya, akupun merasakan ada sesuatu yang mau menyembur dari ujung dedekku. Semakin ku percepat gerakan dedekku ke dalam vaginanya, semakin liar juga kami berciuman dan semakin ganas tanganku meremas teteknya. Setelah hampir 20 menit dalam posisi tersebut tiba-tiba aku ngerasa uda hampir sampai.”Mbak aku mau keluar ne..””aku juga Dan, bareng ya…”pintanyaAku terus mnggoyangkan dedekku dengan makin cepat, 5 menit kemudian aku sudah tak tahan lagi.”Mbak….k…k….aku keluarrrrrrr””aku juga dek…k..k…”Crot..Crot..Crot…Crot…tumpahlah semua maniku ke dalam banget rasanya, sampai ke ubun-ubun rasa nikmat itu. Tapi walau uda keluar aku tetap membiarkan dedekku di dalam vaginanya. Kami masih saling berpagutan lembut menikmati tiap centi kenikmatan yang telah kami lewati., tanganku juga masih mengelus teteknya, anaknya juga masih mengenyot tetek yang satunya secara perlahan.”Makasih ya Dan….sensasi ini belum pernah aku dapatkan.””sama sama mbak, makasih juga uda diberi kehormatan mencicipi tubuh mbak.””udah lama aku pengen ama mbak setiap kulihat mbak neteki disini””nakal kamu ya Dan!!””mbak juga sengaja si ngeluarin tetek kok sampe dua duanya. Hehehehe”Aku cabut dedekku, ”Ploop..” bunyinya. Setelah itu aku bangun dan memakai semua bajuku, aku kenakan lagi celana dalam mbak Dewi sambil aku berikan kecupan kecil di bibir vaginanya. ”uhh…..”lenguh mbak Dewi. Diapun mengaitkan Bhnya tanpa memakai dulu karena Didi masih netek. Kamipun masih berbincang, dan aku masih merasa pengen menghisap teteknya. Mbak Dewi mempersilahkan aku untuk tetap mencium teteknya…sampai menjelang senja akirnya kami keluar dari SD tersebut dengan Didi yang mulai terbangun. Kami pun berjanji akan mengulangnya kembali. Sungguh sensasi yang luar biasa dari seorang wanita menyusui. Demikian seks saya dengan seorang ibu menyusui, Seks dengan ibu rumah tangga biasa yang sebelumnya hanya khayalan dan akhirnya menjadi sebuah kenyataan. Namaku Dio, umurku saat ini16 tahun dan telah duduk dikelas 1 SMA. Aku seorang laki-laki yang biasa-biasa saja dan tidak terlalu populer dikalangan para gadis. Aku mempunyai nafsu seks yang cukup tinggi tapi tentunya hanya bisa aku tuntaskan dengan onani sambil menonton film dewasa, menyedihkan. Aku anak pertama dari keluargaku, adekku Sonya baru saja lahir5 bulan yang lalu dan masih dalam tahap pemberian asi yang rutin oleh ibuku. Kadang setiap ada kesempatan, aku dapat melihat payudara ibuku yang sedang asik menyusui adikku yang masih bayi. Ibuku bernama Risa masih berumur33 tahun karena ibuku menikah muda waktu umurnya masih 17 tahun, sedangkan ayahku saat ini berusia 41tahun berbeda 8 tahun dari ibuku dan sedang sibuk-sibuknya dengan proyeknya sehingga kadang pulang larut malam atau bahkan tidak pulang karena ada kerjaan di luar kota. Awalnya tidak ada perasaan apapun melihat ibuku yang sedang menyusui, namun sejak aku menonton film ataupun cerita porno tentang hubungan sedarah ibu dan anak, aku mulai tertarik memperhatikan payudara ibuku yang putih mengkal penuh susu kadang aku mulai berani beronani sambil membayangkan tubuh dan payudara demi hari nafsuku semakin tinggi saja, intensitas onaniku semakin sering dan tentunya yang menjadi target onaniku adalah ibu kandungku sendiri. Setiap ibu menyusui adikku, aku selalu berusaha mencari kesempatan supaya mendapatkan posisi yang pas melihat ibuku yang sedang menyusui, baik ketika sedang menonton tv atau saat dikamarnya. Awalnya tidak ada kecurigaan apapun terhadapku tapi lama kelamaan ibu mulai risih juga dengan kehadiranku setiap menyusui kenapa sih liatin mama terus? katanya padaku sambil matanya melihat kearahku yang sedang asik memperhatikan eh gak ada apa-apa kok mah.. kataku Tapi kok liatin mama terus sih? Cemburu ya sama adikmu? kata mama menggodaku. Kalau kamu mau susu bikin aja tuh di dapur, masih ada kok susu Prenag*n mama dulu katanya menggoda mama becanda nih, masa Dio disuruh minum susu ibu hamil sih ma kataku pura-pura ngambek, mamaku tertawa karenanya sehingga dadanya berguncang bahkan terlepas dari kuluman adikku sehingga memperlihatkan putingnya yang coklat kamu sih, lagian kamu ngapain sih liatin mama nyusuin adekmu? tanya mamaku lagi. Ini adalah kisah antara Wawan dengan bundanya yang begitu lembut dan KristaHujan turun lebat sekali hingga membuat jarak pandang menjadi sangat terbatas. Wawan berusaha keras untuk melihat jalanan di depannya. Bundanya, Krista, duduk di kursi sampingnya mengintip keluar berusaha menembus derasnya hujan yang turun. Setiap beberapa saat, Krista menoleh dan memandang ke luar jendela belakang selama beberapa detik kemudian melihat kembali ke depan.“Bunda berharap bahwa mereka baik-baik saja,” ia bergumam.“Oh, mereka akan baik-baik saja Bunda,” kata Wawan, dalam hati ia berharap bahwa ia keluarga Wawan sedang berlibur di daerah pegunungan saat itu. Tony ayah Wawan, Kania adiknya Krista, dan adik kecil wawan, Marsya berada di mobil kedua di belakang mereka. Mereka memakai dua mobil karena Kania harus pulang pada hari Selasa. Sedangkan Wawan, Krista, Tony, dan Marsya berencana untuk pulang hari Jumat mereka keluar tadi pagi, memang sudah mulai gerimis, tapi tak lama kemudian berubah menjadi hujan yang lebat. Hujanterus mengguyur dengan derasnya sepanjang pagi dan membuat perjalalanan mereka mejadi agak lalu berhenti di tukang jual bensin pertama yang dapat mereka temui sekitar pukul dua belas. Mereka lalu mengisi bahan bakar dan makan bekal yang mereka mereka melanjutkan perjalanan, Kim ingin si kecil marsya semobil dengannya. Kania sangat menyukai keponakannya yang baru perjalanan hanya sekitar satu jam lagi sebelum mereka sampai di tempat tujuan. Mereka pikir memisahkan Marsya yang berumur satu bulan dengan ibunya tidaklah masalah. Karena tak sabar ingin sampai tujuan, Wawan dan Krista yang semobil melanjutkan perjalalan lebih dulu dari pada Tony dan yang melirik arlojinya, sudah sekitar satu jam sejak mereka berhenti tadi.“Wawan pikir tadi lihat Ayah matiin lampu mobilnya,” katanya, memperlambat lalu mengarahkan mobilnya keluar dari jalan besar menuju jalan yang lebih kecil.“Hati-hati nyetirnya wan, liat jalan yang bener ya” bundanya mengingatkan, “jangan sampe kejebak lumpur-lumpur… ntar nggak bisa keluar lagi”“Ok Bun,” ia tertawa menyusuri jalan sampai mereka tiba di sebuah jembatan reyot. Wawan menghentikan mobil, lalu keluar dari mobil dan berjalan ke arah jembatan dan melihat ke bawah. Sungai, yang biasanya tenang dan lambat sekarang menderu dalam, berlumpur. Gelombang air menabrak tiang jembatan. Mereka tampak agak rapuh, tetapi mereka sepertinya masih cukup kuat.“Bagaimana wan?” “Heh…” Wawan agak terkejut, tidak tahu bundanya telah di belakangnya.“Bisa dilewatin nggak kia-kira wan?”“Eh, Kayaknya bisa Bun,” ia bergumam, “Kalo menurut Bunda?”“yah kayaknya sih bisa,” Kata Krista, “Rasanya cukup kokoh.”“Oke, kita coba Bun,”.“Haduh Bunda basah kuyup deh” Bundanya tertawa saat mereka kembali ke mobil, “Bunda nggak sabar untuk sampai ke pondok dan nyalain perapian.”“Siap-siap Bunda” kata Wawan, memasukkan gigi satu dan perlahan-lahan menuju ke tampaknya kokoh ketika mereka di atasnya. Jembatannya kira-kira cuma sepanjang lima belas meter, tapi butuh mereka dua atau tiga menit untuk sampai tiba-tiba, tanpa peringatan, mereka merasa jembatan bergoyang dan ada yang bergeser di bawah mereka.“Oh, Tuhan,” Krista berteriak “jembatannya mau runtuh.”Wawan langsung tancap gas. Pada saat-saat terakhir jembatan mau runtuh, akhirnya Mobil bisa menyeberang dengan itu akhirnya runtuh ke dalam air di belakang mereka. Dewi keberuntungan masih berpihak ke menginjak rem, berusaha untuk menjaga mobil tidak keluar dari jalanan, dan masuk ke dalam lumpur. Setelah meluncur beberapa meter, mobil akhirnya berhenti hanya beberapa sentimeter dari bahu jalan yang duduk tak bergerak, tangannya berada di stir untuk beberapa saat. Akhirnya, ia memandang ke arah bundaya. Dia tampak pucat, duduk menatap keluar ke hujan deras. Akhirnya ia berpaling dan memandang ke arah Wawan dan tersenyum lemah.”Ya, Tuhan, nyaris…” bundaya mendesah.“iya nyaris Bun,” kata beberapa menit, tangannya sudah berhenti gemetar, wawan membuka pintu mobil. ia melangkah keluar ke hujan lebatsekali lagi, Bundanya juga melangkah keluar dari melangkah terhuyung-huyung kembali ke tempat yang tadinya jembatan itu berdiri yang sekarang telah rubuh.“Telat sedikit aja kita pasti jatuh Bunda, nyarus banget…” Kata satu pun dari mereka berbicara selama beberapa saat ketika mereka menatap ke arah sungai di bawah.“Oh, itu mobilnya ayah” tiba-tiba bundanya berseru.“Cepet telpon ayah.. bunda!!” teriak Wawan saat ia mulai melambaikan tangannya dengan panik, mencoba untuk membuat mereka berhenti sebelum mereka jatuh ke berbalik dan berlari menembus hujan menuju mobil. Membuka tasnya, dan langsung menelepon Tony.“Ayo, angkat dong ayah,” gumamnya, menatap ke arah mobil yang perlahan-lahan mendekati sungai.“Halo, ada apa mbak,” akhirnya dijawab Kania adiknya.“Awas Nia di depan jembatannya rubuh.”“Ya, Kita lihat Wawan melambaikan tangan.”Tidak seorang pun berbicara untuk beberapa saat karena mereka semua menyaksikan Wawan dengan letih dan lesu berjalan kembali ke mobilnya.”Nah, sekarang gimana Bunda?” ia bertanya, ketika sudah kembali di balik kemudi.“Bunda nggak tahu,” Krista bergumam, mencoba berpikir apa yang harus bahwa rombongan Tony tidak akan bisa menyeberangi sungai dalam waktu dekat. Mereka bisa berbalik dan kembali mencari tempat penginapan terdekat untuk bermalam. Meskipun Krista masih menyusui Marsya, ia telah menyiapkan cukup banyak susu formula sehingga tidak akan menjadi masalah untuk beberapa waktu ke mendiskusikan alternatif-alternatif dengan Tony selama beberapa menit. Akhirnya Tony setuju bahwa dia, Kania, dan Marsya akan kembali ke tempat penginapan terdekat dan bermalam di sana. Tony akan melaporkan kejadian ini ke pihak yang berwajib istri dan anaknya terdampar disana. Dia akan memberi tahu istrinya apa rencananya untuk lalu menutup telepon, dia menjelaskan kepada Wawan apa yang mereka telah memandang ke kaca spion. Keduanya memperhatikan dengan cemas ketika Tony perlahan-lahan dengan hati-hati mundur. Sepertinya berjam-jam lamanya, namun akhirnya mobil ayahnya mundur ke jalan raya dan menghilang di hujan deras.“Yah kita berdua aja deh wan,” Krista menyeringai tegang.“Yah begitulah Bunda” jawab mereka berhenti di depan pondok dan keduanya duduk mengamati hujan yang turun di kap mobilnya. Perjalanan ke pondok rasanya lama sekali, Wawan cuma bisa memacu mobilnya kira-kira lima kilometer per tampaknya tambah lama tambah lebat.“Tetek Bunda sakit nih sakit Wan. “ “Maaf?” Wawan tersipu, tak percaya apa yang didengarnya.“Jangan kayak pemalu ah,” sergah Krista, “sudah hampir lima jam sejak Bunda netekin Marsya terakhir kali dan sekarang tetek bunda rasanya penuh dan sakit.”“BUNDA,” kata Wawan terbata-bata, Wajahnya memerah “malukan …!!!!”“Oke, Mr …” Krista tertawa lalu membuka pintu mobil, “ayo kita turunin barang-barang dari mobil.”Wawan melangkah keluar ke hujan, dengan wajah memerah. Dia tidak percaya apa yang bundanya katakan barusan. Lagi pula, itukan ibunya dan ia belum siap untuk sejenak, ia berdiri di tengah hujan lebat memikirkan payudara bundanya. membayangkan payudaranya, besar dan bengkak, penuh susu mengirim gairah tersendiri ke dalam pikirannya. Gemetar, iamelihat ke atas dan membiarkan basah dingin air hujan menerpa ke wajahnya, berharap hal itu akan mencuci pikiran kotor dari ia memandang dan melihat bundanya dengan tidak sabar berdiri di belakang mobil. Memalukan pikirnya, ia berlari dan membuka bagasi. Keduanya meraih sebanyak yang mereka bisa dan bergegas ke pondok. Dia menurunkan bawaannya di teras dan kembali ke mobil sementara bundanya membuka pintu tinggal di dalam sementara ia berjalan mondar-mandir bongkar muat mobil. Butuh waktu tiga puluh menit di bawah siraman hujan untuk menurunkan semua barang-barang yang mereka bawa, tetapi ia terus memikirkan apa yang dikatakan ibunya menata barang-barang serapi mungkin.“Nih tas Kamu Wan” Kata sang bunda sambil menyerahkan tasnya, “cepet ganti pakian yang kering sebelum nanti kamu masuk angin, terus kamu nyalain api unggunnya, sementara Bunda ganti baju”.Dia menendang lepas sepatunya yang berlumpur dan berjalan basah-basah ke dalam satu kamar mandi di pondok. Ia lalu melepaskan semua pakaiannya yang basah, rasanya seperti dia baru saja mandi air es. Memandang dirinya di cermin, pikirannya tiba-tiba kembali ke bundanya. Ia membayangkan Bundanya sedang pada diri sendiri karena memikirkan pikiran-pikiran seperti itu, ia mengeringkan rambutnya dan mengeluarkan sepasang celana pendek longgar dan sweter. Sebuah kombinasi yang aneh, pikirnya, tetapi setelah ia mendapat menyalakan api unggun, akan terasa betapa hangatnya pondok kecil itu hanya memiliki empat ruangan. Dua kamar tidur, kamar mandi dan sebuah kombinasi ruang tengah, dapur, ruang tamu. Perapian batu besar akan membuat seluruh pondok hangat dalam waktu kurang lebih satu jam, kalau dia tidak keluar dari kamar mandi, ia melihat bahwa bundanya sedang menunggu dengan sabar sampai ia selesai.“lama amat sih” kata bundanya dan melangkah dengan mantap menujukamar mandi. “Bunda pikir kamu pingsan di sana.”“Bunda kayak tikus kecebur got” Wawan tertawa ketika bundanya berjalan dengan rambutnya yang basah kutup bundanya masih terlihat cantik, pikirnya, saat dia mulai menyalakan api unggun. Wawan jadi tersipu-sipu saat memikirkan hal itu. Tubuhnya tampak seksi untuk wanita seusianya. Wawan punya banyak kesempatan untuk melihat tubuh bundanya selama liburan di Bali waktu itu ketika bundanya bermalas-malasan di tepi pantai dalam pakaian Wawan memarahi dirinya sendiri karena telah membayangkan ibunya seperti bisa mendengar suara pancuran bundanya ketika ia sedang berusaha untuk menyalakan api. Membayangkan tubuh bundanya, ia ingin menyelinap dan mengintipmelalui lubang kunci. Kembali ia mememarahi diri sendiri karena berpikir seperti ia dan ayahnya telah mempersipkan pasokan kayu untuk seminggu saat terakhir kali mereka di pondok. Api kecil akhirnya mulai menjilat di kayu dan tak lama kemudian api di depan api, ia menusuk-nusuk tumpukan kayu saat pikirannya kembali kepada bundanya. Ia mendengar teman-temannya ngomongin tentang wanita hamil dan wanita menyusui. Mereka mengatakan bahwa payudara wanita menyusui menjadi besar dan penuh susu dan sebagainya. Mereka bahkan mengatakan bahwa jika seorang wanita tidak punya bayi untuk mengisap payudaranya, mereka akan hari. Tersipu-sipu, ia segera berdiri danmulai merapikan ia meraih kemaluannya melalui celana untuk membetulkan posisinya itu, bundanya melangkah keluar dari kamar mandi. Dia mengenakan mandi jubah mandi warna pink dan mengeringkan rambutnya dengan handuk putih berpandangan selama beberapa saat. Kemudian, Wawan berpaling dan membetulkan posisi kemaluannya yang bengkak ke posisi yang lebih nyaman.“kamu baik-baik aja, sayang?” tanya bundanya, berjalan ke arahnya dengan kedua lengannya di atas kepalanya mengeringkan rambutnya.“Uh, Yeah, eh, baik bunda,” gumamnya, melihat ke arah Bundanya berjalan menyeberangi ruangan menuju ke arahnya ia tidak bisa mengontrol matanya memandangi payudara bundanya yang montok. Dalam keadaan bengkak, payudaranya tampak besar.“kamu yakin kamu baik-baik aja?” ia tersenyum padanya dengan pandangan bertanya pada wajahnya, “Muka kamu kok merah?”“Ya, eh, mungkin kena panasnya api unggun” ia bergumam,” Wawan terlalu dekat.”“Oh,” katanya, melangkah ke sampingnya dan menjatuhkan handuk ke tidak mengatakan apa-apa untuk beberapa saat ketika ia berdiri di samping wawan untuk menghangatkan tangannya. Wawan takut untuk bergerak dan berdiri menunggu dengan cemas. Saat ia menunggu, ia tidak bisa menahan diri untuk melirik kembali ke arah gundukana payudara bundanya di bawah baju mandi yang tebal dan bundanya tidak memakai apa-apa lagi di balik itu, ia bertanya-tanya dan merasakan penisnya berkedut lagi.”Minum anggur yuk wan biar badan kita hangat” Bundanya berkata.“Eh, tentu Bunda, ide bagus,”“Bunda belum ngucapin terima kasih ke kamu nih atas yang kamu lakuin tadi” katanya pelan, membungkuk dan memberinya ciuman lembut, penuh kasih di pipi. “kamu mungkin udah nyelamatin hidup kita.”Ah Bunda,” katanya merendah dan wajahnya memerah sekali lagi.“Sungguh,” ia tersenyum padanya, “kita mungkin akan jatuh ke sungai kalo kamu nggak bereaksi begitu cepat.”“Siapa pun akan melakukan hal yang sama,” katanya, berharap bundanya tidak akan melihat tonjolan di celana pendeknya saat ia bergegas ke menemukan beberapa botol anggur di lemari dan mengambil satu. Saat ia berjuang untuk membukanya, ia diam-diam melihat bundanya dari sudut matanya. Bundanya sedang membungkuk, membiarkan hangatnya api mengeringkan rambutnya yang hitam ikal sebahu. Jubahnya agak terbuka cukup untuk memberinya satu payudaranya yang bunda ngga pake apa-apa lagi di balik jubahnya, pikirnya. Dan penisnya mengeras lagi dan dia hampir menjatuhkan botol anggurnya.“Susah ya wan?” Bundanya bertanya dari seberang ruangan.“Eh, ngga, itu… gabusnya, eh, hanya sedikit keras,” dia bergumam.“Perlu bantuan, Sayang,” ia bertanya, sambil sedikit membungkuk sehingga jubahnya terbuka lebih lebar.“Eh, ngga Bunda” ia menelan ludah, berusaha untuk menjaga matanya terpaku pada besarnya kedua payudaranya dan membuka sumbat botol pada waktu yang bisa melihat hampir seluruh payudaranya yang putih dan besar sampai ke aerolanya. Berusaha untuk bisa melihat lebih, tapi tidak sampai bisa melihat putingnya.“Bunda udah haus nih Wan” kata Bundanya dari payudara Bundanya pun buyar, ia mendongak dan melihat bahwa Bundanya telah memergokinya. Dia tersipu malu ketika ia menyadari bahwa bundanya telah memergokinya tapi tidak melakukan apa pun untuk menghentikannya.“Kamu suka sama tetek bunda wan?” kata bundanya, akhirnya bundanya menutup jubahnya.“BUNDA,” sergah wawan, pikirannya dalam gejolak kebingungan.“Yah, tadi kamu ngeliatin kan?”Ia tidak bisa berbicara. Malu… ia tidak bisa menemukan kata-kata untuk mengungkapkan tidak bisa mengatakan apa-apa lagi untuk beberapa saat. Tangannya gemetaran sekali, dia butuh waktu lama untuk mengisi gelas dengan anggur. Masih dengan muka memerah, perlahan-lahan kembali ke tempat bundanya dan memberikan segelas dengan gemetar.”Ngga apa-apa kok wan,” Krista tersenyum lembut sambil mengulurkan tangannya dan memegang tangan anaknya untuk menghentikan tidak tahu apa yang harus dia katakan atau lakukan. Krista akhirnya mengambil gelas anggur dari tangan anaknya yang tampaknya membeku. Dengan tersenyum hangat, Krista perlahan meneguk lalu meminum anggurnya, dan hampir mengosongkan gelasnya di tegukan pertama.“Wah, kamu haus sekali kayaknya ya wan” ia tertawa hangat.“Iya nih bunda” serunya sambil menghabiskan gelasnya yang kosong sebagai alasan untuk meninggalkan bundanya, sekali lagi, ia berjalan kembali ke rak mengisi gelasnya, ia menoleh dan melihat bahwa ibunya sedang duduk di sofa di depan perapian. Dia punya kaki yang indah, Bundanya tersenyum hangat padanya.”Ayo ke sini wan duduk samping Bunda” ia tersenyum padanya, sambil menepuk sofanya.“Eh, eh, oke bunda,” gumam Wawan, ia lalu tersandung dan hampir jatuh ketika ia berjalan ke arah bundanya.“Bawa sekalian botolnya wan,” lalu kembali dan mengmbil botolnya, menghampiri dan duduk di sofa di samping Bundanya. Udara dipenuhi dengan aroma segar sabun mandi mereka ketika mereka berdua duduk didepan perapian. Waktu berlalu perlahan ketika mereka mengobrol berdua sambil menghabiskan sebotol anggur.“Kamu mau tiduran di pangkuan Bunda wan, kayak kamu masih kecil dulu? “akhirnya krista bertanya kepada wawan.“Eh, eh, iya Bunda,” katanya, sambil menaruh gelasnya yang kosong di lantai, Wawan pun merebahkan kepalanya di lembutnya pangkuan Ibunda. Harum tubuh Bundanya yang habis mandi membawanya kembali kenangan indah masa kecilnya ketika ia berbaring memandangi wajah Bundanya. Dia melihat senyum Bundanya yang terasa hangat sambil perlahan-lahan jari lentiknya mengelus dalam aroma yang menyenangkan, wawan perlahan-lahan menutup matanya. Mendengarkan suara hujan membasahi jendela, ia jadi mengantuk. Rileks karena anggur, api, hujan dan aroba bundanya yang hampir memabukkan, Wawan pun perlahan-lahan hanyut dalam alam tidak tahu berapa lama ia telah tertidur, tetapi ia masih bisa mendengar bunyi rintik hujan ketika ia perlahan-lahan kembali terjaga. Tiba-tiba ia menyadari bahwa pipinya basah. Apa atapnya bocor ya? ia bertanya-tanya. Pantas lah bocor kalo hujannya sederas itu, pikirnya. Perlahan-lahan, ia membuka mata dane mendapati dirinya menatap bundanya yang bertelanjang ia melihat bahwa jubah ibunya entah bagaimana telah terbuka dan memamerkan payudaranya. Tidak percaya dengan yang dilihatnya, ia melihat puting susu bundanya telah menempel di pipinya. Lalu ia melihat tetesan kecil air susu keluar dari putingnya. Terpesona ia melihat aliran kecil air susu ibu meresap keluar puting bundanya dan mengalir melengkung ke bawah iayudara bundanya yang saja dia merasa kemaluannya membengkak keras ketika ia terngangga dengan penuh pesona. Wawan menjadi takut untuk bergerak. Akhirnya, ia mengalihkan pandangannya dari payudara bundanya dan melihat bahwa rupanya bundanya telah ketiduran juga. Bundanya ketiduran dengan pipi menempel di melihat kembali turun ke payudaranya, ia benar-benar terpesona dengan payudara bundanya. Sekarang dia begitu dekat dengan payudara bundanya, dia bahkan bisa melihat urat-urat biru rasanya ya mengisap putting susu bundanya, ia bertanya-tanya dalam hati. Tidak, ia tidak bisa melakukan itu, pikirnya. Itu sudah kelewatan. Apa yang akan Bundanya katakan kalau ia terbangun dan menemukan dia mengisap payudaranya? Dia mungkin akan membunuhnya. Menatap ke arah puting merah muda bundanya, ia tidak bisa menahan diri dari mulai menghadapkan kepalanya ke arah setetes susu bundanya jatuh menetes ke bibirnya, ia menjadi begitu bergairah, ia seperti mau ejakulasi. Dia belum pernah merasakan gairah seperti itu. Seluruh tubuhnya berdenyut-denyut seperti dialiri listrik ketika ia perlahan-lahan membuka mulutnya. Saat bibirnya membuka, puting bengkak bundanya menyelinap di antara sesaat, tidak terjadi apa-apa. Lalu ia melihat bundanya berkedip lalu membuka matanya. Takut atas apa yang akan dilakukan bundanya, ia berbaring diam sebisa mungkin. Kemudian tiba-tiba bundanya memandang ke arahnya. Wawan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Waktu seakan berhenti saat tatapan mata mereka bertemu untuk waktu yang bundanya menarik kepalanya ke arahnya membuat puting susunya masuk lebih jauh ke dalam mulutnya.“Boleh kok wan” bisiknya, menekan wajahnya ke payudaranya yang lembut. “Netek sama bunda… tetek bunda udah sakit banget penuh susu, kalo bunda netekin kamu mungkin sakitnya bisa ilang.”Wawan tertegun dan tidak melakukan apa pun untuk sesaat. Lalu tersadar bahwa bundanya ingin ia menetek padanya, perlahan-lahan wawan mulai mengisap puting bundanya yang keliatan membengkang.

cerita dewasa susu ibu